Cygnus

         Semalam saat aku termenung di jendela, memandangi cerahnya langit malam September, aku melihat seorang gadis berayun-ayun di ekor rasi bintang Cygnus. Rambutnya pirang tergerai hingga ke pinggul. Aku penasaran apa yang dilakukan gadis itu. Maka aku mendongakkan kepala dan menyapanya, “Hai!” Gadis itu berpaling kepadaku. Aku pun tahu bahwa bola matanya berwarna hijau zamrud. Dia tersenyum kecil.

        “Apa yang kau lakukan?” tanyaku.

        “Bermain bersama temanku.” Gadis itu kembali berayun.

        “Siapa temanmu?”

        “Cygnus adalah temanku,katanya dengan sedikit muram.

       Aku menjadi termenung kembali. Sekarang dia bersenandung pelan. Nadanya seperti yang kutemukan ketika menghadari upacara pemakaman. Kurasa dia sedang bersedih. Namun, kulihat temannya bersinar terang. Kurasa Cygnus senang bertemu dengan gadis itu.

Komentar