Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi

Siapakah Pemilik Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia? Dalam Kumpulan Cerpen “Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia” Karya Agus Noor

     Kumpulan cerpen ini adalah karya Agus Noor kedua yang telah saya baca. Seperti kumpulan cerpennya yang berjudul “Potongan Cerita di Kartu Pos”, kumpulan cerpen yang satu ini juga bertemakan cerpen surealis atau absurd. Pada cerpen yang berjudul “Empat Cerita Buat Cinta”, Agus Noor memakai penggalan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul “Pelajaran Mengarang” dan melanjutkan cerpen tersebut dengan sudut pandangnya sendiri. Di cerpen lainnya, Agus Noor kembali meneruskan cerpen Seno Gumira Ajidarma yang berjudul “Sepotong Senja untuk Pacarku”. Saya akan mengulas cerpen tersebut.           Tukang pos yang mengantarkan sepotong senja dari Sukab kepada Alina datang menemui Maneka. Tapi kali ini si Tukang Pos tidak menaiki sepedanya, melainkan menaiki kuda sembrani bersurai kuning keemasan. Ia membawakan kotak kecil untuk Maneka. Maneka mengenali tulisan di bungkusan itu, ia tahu bahwa kotak itu dari Sukab. Pertemuan Sukab dengan Mane...

Resensi Tjerita si Upik Hitam

Gambar
Judul Buku : Tjerita Si Upik Hitam Penulis : NJ. Limbak Tjahaja Penerbit : P.N. Balai Pustaka Tahun Terbit : 1971 Tebal : 43 halaman Buku cerita yang berjudul Tjerita Si Upik Hitam ini merupakan buku cerita fiksi untuk anak-anak yang terbit pada tahun 1971. Buku ini menggunakan ejaan lama seperti yang tertera pada judul buku tersebut. Dalam buku ini diceritakan kisah mengenai seekor kuda hitam yang bernama Upik dan seorang anak perempuan yang biasa dipanggil Nuri. Hari kelahiran Nur Iman atau Nuri yang merupakan anak dari Pak Daud bersaaman dengan lahirnya seekor kuda betina yang berbulu hitam, kemudian diberi nama Upik Hitam. Kuda tersebut menarik perhatian Pak Daud, dia pun membeli kuda tersebut dari Pak Nurdin setelah berumur lima bulan. Semua orang senang melihat anak kuda tersebut karena bulunya yang hitam molek dan mengkilat. Kemudian Nuri juga menyukai Upik Hitam. Setiap pagi Nuri berteriak memanggil Upik. Nuri dan anak kuda tersebut sering menghabiskan waktu un...